Petir
Petir adalah salah satu gejala alam yang
cukup sering terjadi, apalagi pada saat musim hujan. Pada saat terjadi petir,
langit tampak memunculkan kilatan cahaya yang menyilaukan. Petir biasanya
diikuti dengan bunyi keras yang disebut guntur. Petir dapat dikategorikan
sebagai gejala alam yang cukup berbahaya apabila kita tidak mengetahui cara
menghindari sambarannya.
Penyebab
terjadinya petir
Awan yang terus bergerak menyebabkan
muatan negatif berkumpul pada bagian bawah awan. Apabila perbedaan potensial
antara awan dan bumi sangat besar, muatan negatif dari awan akan ‘meloncat’
atau berpindah dari awan ke bumi melalui media udara. Perpindahan muatan
listrik inilah yang disebut petir. Pelepasan petir dari awan memiliki kecepatan
rata-rata 150.000 km/detik. Pelepasan muatan listrik ini juga menghasilkan energi
yang sangat besar. Kecepatan dan energi yang sangat besar inilah yang
menyebabkan suara keras dan bergemuruh yang biasa disebut guntur. Itulah
mengapa bunyi guntur terdengar setelah kilatan cahaya petir tampak.
Akibat
terjadinya petir
Sambaran petir tentu dapat dihindari
dengan banyak cara. Benjamin Franklin telah menemukan salah satu di antaranya.
Ia menemukan penangkal petir yang dapat dipasang di atas bangunan. Bangunan
yang telah dipasangi penangkal petir akan aman dari sambaran petir. Tetapi,
terkadang manusia masih lalai dan belum dapat melindungi dirinya dari sambaran
petir dengan baik. Masih ada orang yang terbunuh akibat sambaran petir.
Sambaran petir juga dapat mengakibatkan pohon-pohon tinggi hangus terbakar.
Selain itu, bangunan yang tinggi dan tidak memiliki penangkal petir juga dapat
hancur akibat sambaran petir.
Kesimpulan
Petir bisa jadi tampak menakutkan dan
berbahaya bagi kita. Petir memang salah satu gejala alam yang tidak bisa kita
cegah. Kita hanya dapat menghindari sambarannya. Kita dapat menghindari
sambaran petir dengan cara berlindung di dalam bangunan yang memiliki penangkal
petir pada saat hujan. Kita juga harus mengingat bahwa kita tidak boleh berada
di bawah pohon tinggi atau berada di tengah lapangan terbuka saat terjadi
hujan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita tidak perlu takut akan tersambar
petir. Marilah kita menyikapi gejala-gejala alam di sekitar kita dengan cerdas.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar