Jumat, 07 Agustus 2015

Tugas Bahasa Indonesia Tugas 3 Halaman 14-23

TUGAS BAHASA INDONESIA

(1) Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai. Sebutkan fenomena alam lain yang sumbernya dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.
a.       Erosi
b.      Pelangi
c.       Kabut tebal
d.      Tanah longsor
(2) Alam dan manusia memiliki andil penyebab terjadinya banjir. Sebutkan apa saja penyebab banjir yang diakibatkan oleh alam dan manusia.
a.       Alam       : erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang.
b.      Manusia : perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.

(3) Dengan bantuan diagram, buatlah klasifikasi penyebab terjadinya banjir.



 




(4)    Tugas kalian adalah mengurai kalimat berikut seperti contoh       :
a) Temperatur yang berada di bawah titik beku mengakibatkan kristal es terbentuk.
Temperatur yang berada di bawah titik beku
mengakibatkan
kristal es terbentuk.
subjek
predikator
objek
b) Butir-butir air terjadi karena tetesan air kecil yang timbul akibat kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara.
Struktur 1
Butir-butir air 
Terjadi
Karena
subjek
predikator
kata perangkai: konjungsi sebab-akibat
Struktur 2
tetesan air kecil (tiny droplet)
yang timbul
akibat
Kondensasi
subjek
predikator
kata perangkai: konjungsi sebab-akibat
objek
Struktur 3
berbenturan dengan
tetesan air lainnya
predikator
objek
Struktur 4
dan
terbawa oleh
gerakan udara
kata perangkai: konjungsi
predikator
objek

c) Bila temperatur udara turun sampai di bawah 0° Celcius, butiran air akan berubah menjadi salju.
Struktur 1
Bila
temperatur udara
turun
   sampai di bawah 0° Celcius,
kata perangkai: konjungsi syarat
subjek
predikator
keterangan
Struktur 2
 butiran air
akan berubah menjadi
salju.
subjek
predikator
objek

d) Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar.
Curah hujan yang sangat lebat
mempunyai
tetes hujan besar.
subjek
predikator
objek

e) Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil, sebaliknya limpasan air hujan menjadi sangat besar.
Struktur 1
Karena
tetes hujan
berukuran
besar
Kata perangkai: konjungsi syarat
subjek
predikator
keterangan
Struktur 2
pori-pori permukaan tanah
akan tertutup
subjek
predikator
Struktur 3
sehingga 
infiltrasi air hujan
sangat kecil,
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibat
subjek
keterangan
Struktur 4
sebaliknya
limpasan air hujan
menjadi
sangat besar
Kata perangkai: konjungsi perbandingan
Subjek
predikator
keterangan
(5) Kalian sudah mengetahui bahwa pada tahap awal eksplanasi ditandai oleh pernyataan umum dan diakhiri oleh urutan sebab-akibat.  Apa yang kalian temukan dari struktur teks “Banjir”?
Jawab             : Teks “Banjir” tidak memiliki kesimpulan. Teks ini dibagi menjadi 3 bagian: pernyataan umum, penyebab alam, dan penyebab sosial.
Apakah kalian menemukan perbedaan antara struktur teks “Siklus Hidrologi” dengan struktur teks “Banjir”? Dimana letak perbedaannya?
Jawab     : Teks “Siklus Hidrologi” memiliki urutan sebab-akibat yang secara umum menjelaskan proses terjadinya siklus hidrologi. Sedangkan teks “Banjir” memiliki urutan sebab-akibat yang menjelaskan penyebab banjir, secara khusus karena alam maupun sosial.
Siklus Hidrologi
No
Struktur Teks
1
 Pernyataan umum (paragraph 1)
2
 Urutan sebab-akibat
3
 Urutan sebab-akibat
Banjir
No
Struktur Teks
1
 Pernyataan umum (paragraph 1)
2
Urutan sebab-akibat (penyebab alam)
3
 Urutan sebab-akibat (penyebab sosial)
(6) Bacalah kembali teks “Banjir”, kemudian carilah istilah khusus yang kalian temukan dalam teks itu.
No
Istilah
Makna
1
Fisiografi
Salah satu cabang ilmu geografi yang mempelajari suatu wilayah daerah atau negara berdasarkan segi fisiknya, seperti dari segi garis lintang dan garis bujur, posisi dengan daerah lain, batuan yang ada dalam bumi, relief permukaan bumi, serta kaitannya dengan laut.
2
Geofisik (geofisika)
Ilmu tentang sifat-sifat alami bumi (panas, magnetisme, dsb) dan gejala-gejalanya (mencakupi bidang-bidang meteorologi, oseanografi, seismologi, vulkanologi, magnetisme, dan geodesi)
3
Sedimentasi
Pengendapan atau hal mengendapkan benda padat karena pengaruh gaya berat
4
Erosi
a.       Hal menjadi aus (berlubang) karena geseran air (tentang batu)
b.      Pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yg melibatkan pengangkatan benda-benda, spt air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus
5
Drainase
Pengatusan, penyaluran air, atau saluran air
6
Resistensi
Ketahanan
7
Vegetasi
Kehidupan (dunia) tumbuh-tumbuhan atau (dunia) tanam-tanaman
8
Infiltrasi
Penyusupan, perembesan, atau campur tangan
9
Deforestasi
Penebangan hutan
10
Degradasi
Kemunduran, kemerosotan, penurunan, dsb (tentang mutu, moral, pangkat, dsb)
(7) Setelah membaca teks “Banjir”, kalian tentu menemukan bagian-bagian yang berupa pernyataan umum dan urutan sebab-akibat.  Coba perhatikan baik-baik teks berikut ini. Bandingkanlah struktur teks “Banjir” dengan struktur teks “Kekeringan”
      A. Teks “Banjir”
                            i.      Pernyataan umum           : ada, paragraf pertama
                         ii.      Urutan sebab-akibat       : ada, paragraf kedua-terakhir (ada penyebab banjir dan kronologi terjadinya banjir tetapi tidak ada akibat banjir itu sendiri)
                         iii.      Kesimpulan                         : tidak ada.
      B.    Teks “Kekeringan”
i.           Pernyataan umum           : ada, paragraf pertama
ii.         Urutan sebab-akibat       : ada, paragraf kedua: jenis kekeringan beserta sebabnya, paragraph ketiga-terakhir: sebab umum kekeringan
iii.        Kesimpulan                         : tidak ada.
a.       Setelah membaca teks “Kekeringan”, coba sebutkan apa saja yang menyebabkan terjadinya bencana kekeringan!
Jawab       : tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas, kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akibat ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakan kawasan tangkapan air, sumber  air akibat perbuatan manusia, pengaruh El-Nino, perubahan tata guna lahan, dan penggunaan air yang berlebihan pada waktu musim tanam di lahan pertanian pada industri dan pada rumah tangga.
b.    Masyarakat yang mengandalkan mata pencaharian dari bidang pertanian akan sangat terpengaruh oleh adanya bencana kekeringan. Mengapa bisa demikian?
Jawab       : Karena tanaman yang ditanam di bidang pertanian membutuhkan air untuk tumbuh sedangkan pada waktu terjadi kekeringan, jumlah air hampir tidak ada. Saat kekeringan terjadi, suhu udara juga menjadi panas. Suhu udara yang panas itu membuat tanaman pertanian mengering dan tidak dapat tumbuh. Akibat tanaman yang tidak dapat tumbuh tersebut, bidang pertanian terhambat. Itulah sebabnya masyarakat yang mengandalkan mata pencaharian di bidang pertanian akan sangat terpengaruh oleh adanya bencana kekeringan.
c.       Isilah kolom berikut.
No
Penyebab terjadinya
Banjir
Kekeringan
1
Erosi & sedimentasi
 Pengaruh iklim (El-Nino)
2
Curah hujan tinggi
 Perubahan tata guna lahan
3
Pengaruh fisiografi / geofisik sungai
Penggunaan air berlebihan (pelanggaran norma pemakaian air)
4
Perubahan tata guna lahan
 Tingkat curah hujan dibawah normal
5
Pembuangan sampah di DAS
Kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah

No
Akibat yang ditimbulkan oleh
Banjir
Kekeringan
1
Lingkungan tercemar
Persediaan air bersih sedikit
2
Harta benda rusak/ hilang
Hewan-hewan mati
3
Fasilitas umum rusak
Tanaman layu
4
Aktivitas sehari-hari terhenti
Berbagai sektor perekonomian yang menggunakan air terganggu
5
Jalur transportasi terputus
Mengganggu kehidupan sehari-hari

d.    Setelah menjawab pertanyaan (c), rangkailah jawaban kalian tersebut menjadi sebuah teks eksplanasi.
Banjir vs. Kekeringan
Berbagai macam gejala alam berlangsung di sekitar kita. Gejala alam ada yang tidak berbahaya, namun ada pula yang cukup berbahaya atau merusak. Gejala alam yang merusak biasa disebut bencana alam. Salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia adalah banjir. Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir biasanya terjadi pada musim hujan. Lalu, apakah tidak ada bencana alam terjadi pada musim kemarau? Ternyata ada. Bencana alam yang kerap terjadi pada musim kemarau adalah kekeringan. Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun). Banjir dan kekeringan sama-sama memiliki dampak bagi kehidupan manusia di sekitarnya.
Penyebab
Akibat curah hujan yang tinggi pada musim hujan, terjadilah erosi pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Hasil erosi tersebut kemudian akan mengalami sedimentasi yang dapat menghambat aliran sungai. Aliran yang terhambat ini menyebabkan kapasitas DAS mengecil sehingga air meluap. Fisiografi dan geofisik sungai juga sangat berpengaruh. Apabila sungai sempit, air akan lebih mudah meluap. Tidak hanya faktor-faktor alam tersebut, ada juga faktor manusia / sosial yang memicu terjadinya banjir. Perubahan tata guna lahan yang mengurangi vegetasi penutup lahan gundul dan pembuangan sampah di DAS yang dilakukan manusia juga dapat mengakibatkan banjir.
Lain bencana, lain pula penyebabnya. Kekeringan terjadi sebagai akibat dari tingkat curah hujan yang dibawah normal pada musim kemarau. Kekeringan juga disebabkan oleh penggunaan air yang tidak bertanggung-jawab atau tidak sesuai dengan yang telah direncanakan. Selain itu, perubahan tata guna lahan membuat tanah tidak bisa menyerap air sehingga pasokan air tanah sedikit. Juga ada faktor iklim penyebab kekeringan, yaitu peristiwa El-Nino. El-Nino menyebabkan kemarau panjang dengan suhu yang cukup tinggi. Hal-hal tersebut memicu terjadinya kekeringan yang tentunya berdampak terhadap kehidupan manusia.
Akibat
Banjir yang menggenangi wilayah pemukiman tentu mencemari lingkungan. Selian itu, banjir juga dapat mengakibatkan rusaknya harta benda dan fasilitas umum. Jalur transportasi juga terputus akibat banjir menggenangi jalan-jalan sehingga kendaraan tidak bisa lewat. Sedangkan kekeringan mengakibatkan sedikitnya persediaan air besih. Karena suhu yang tinggi dan kekurangan air, tanaman-tanaman menjadi kering layu sedangkan hewan-hewan mati kehausan. Kekeringan sangat berpengaruh terhadap beberapa sektor ekonomi. Akibat kekeringan, tanaman-tanaman pertanian menjadi layu dan mati sehingga petani merugi. Petani tambak juga merugi akibat tambaknya kering. Selain itu, masih ada akibat lain dari banjir dan kekeringan. Walaupun penyebabnya berbeda, banjir dan kekeringan memiliki beberapa akibat yang sama. Salah satunya yaitu keduanya sama-sama menghambat atau mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Banjir dan kekeringan memiliki sebab dan akibatnya masing-masing. Namun, keduanya sama-sama dapat mengganggu aktivitas sehari-hari manusia. Maka dari itu, hendaknya manusia dapat mencoba mengurangi kemungkinan terjadinya kedua bencana tersebut. Cara-cara mencegah banjir adalah dengan tidak membuang sampah di DAS, tidak menebang pohon sembarangan, dan tidak membangun kawasan pemukiman di pinggir sungai. Sedangkan cara mencegah kekeringan yang bisa kita lakukan adalah tidak terlalu banyak melakukan perubahan tata guna lahan dan menggunakan air secara hemat, sesuai dengan kebutuhan. Terkadang bencana alam memang tidak bisa kita hindari. Tetapi, sebisa mungkin, marilah kita berusaha mencegah bencana alam sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Rabu, 05 Agustus 2015

Tugas Teks Eksplanasi tentang Peristiwa Alam di Sekitar Kita

Petir

Petir adalah salah satu gejala alam yang cukup sering terjadi, apalagi pada saat musim hujan. Pada saat terjadi petir, langit tampak memunculkan kilatan cahaya yang menyilaukan. Petir biasanya diikuti dengan bunyi keras yang disebut guntur. Petir dapat dikategorikan sebagai gejala alam yang cukup berbahaya apabila kita tidak mengetahui cara menghindari sambarannya.
Penyebab terjadinya petir
Awan yang terus bergerak menyebabkan muatan negatif berkumpul pada bagian bawah awan. Apabila perbedaan potensial antara awan dan bumi sangat besar, muatan negatif dari awan akan ‘meloncat’ atau berpindah dari awan ke bumi melalui media udara. Perpindahan muatan listrik inilah yang disebut petir. Pelepasan petir dari awan memiliki kecepatan rata-rata 150.000 km/detik. Pelepasan muatan listrik ini juga menghasilkan energi yang sangat besar. Kecepatan dan energi yang sangat besar inilah yang menyebabkan suara keras dan bergemuruh yang biasa disebut guntur. Itulah mengapa bunyi guntur terdengar setelah kilatan cahaya petir tampak.
Akibat terjadinya petir
Sambaran petir tentu dapat dihindari dengan banyak cara. Benjamin Franklin telah menemukan salah satu di antaranya. Ia menemukan penangkal petir yang dapat dipasang di atas bangunan. Bangunan yang telah dipasangi penangkal petir akan aman dari sambaran petir. Tetapi, terkadang manusia masih lalai dan belum dapat melindungi dirinya dari sambaran petir dengan baik. Masih ada orang yang terbunuh akibat sambaran petir. Sambaran petir juga dapat mengakibatkan pohon-pohon tinggi hangus terbakar. Selain itu, bangunan yang tinggi dan tidak memiliki penangkal petir juga dapat hancur akibat sambaran petir.
Kesimpulan

Petir bisa jadi tampak menakutkan dan berbahaya bagi kita. Petir memang salah satu gejala alam yang tidak bisa kita cegah. Kita hanya dapat menghindari sambarannya. Kita dapat menghindari sambaran petir dengan cara berlindung di dalam bangunan yang memiliki penangkal petir pada saat hujan. Kita juga harus mengingat bahwa kita tidak boleh berada di bawah pohon tinggi atau berada di tengah lapangan terbuka saat terjadi hujan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita tidak perlu takut akan tersambar petir. Marilah kita menyikapi gejala-gejala alam di sekitar kita dengan cerdas.
Sumber:

Tugas Bahasa Indonesia 'Membandingkan Teks Eksplanasi'

Perbandingan Teks Eksplanasi ‘Siklus Hidrologi’, ‘Banjir’, dan ‘Kekeringan’.
1.    Teks Eksplanasi ‘Siklus Hidrologi’
a.       Struktur:
                   i.      Pernyataan umum     : ada, paragraf pertama.
                 ii.      Urutan sebab-akibat  : ada, paragraf kedua-keempat.
               iii.      Kesimpulan               : tidak ada.
b.      Kebahasaan:
               i.          Kata penunjuk sebab-akibat: ada, yaitu: ‘akibat’, ‘mengakibatkan’, dan ‘menyebabkan’.
             ii.          Konjungsi: ada, yaitu: ‘karena’, ‘ketika’, dan ‘jika’.
           iii.          Verba material: ada, contoh: ‘memasuki’, ‘bergerak’, berubah’, dan sebagainya.
      iv.    Verba relasional penunjuk hubungan sebab-akibat: ada, contoh: ‘akibat-menjadi’, ‘karena-menjadi’, ‘jika-menjadi’, dan sebagainya.
             v.          Klausa simpleks: ada, contoh: ‘Tanaman menyerap air melalui akar.’
     vi.     Klausa kompleks: ada, contoh: ‘Jika temperatur udara turun sampai di bawah 0ยบ Celcius, butiran air akan berubah menjadi salju.’
c.       Isi: tentang proses terjadinya siklus hidrologi
               i.          Penyebab      : adanya evaporasi, kondensasi, dan presipitasi terus menerus
             ii.          Akibat           : terjadi siklus hidrologi (air) yang tidak pernah berhenti
2.    Teks Eksplanasi ‘Banjir’
a.       Struktur:
                   i.      Pernyataan umum       : ada, paragraf pertama.
      ii.  Urutan sebab-akibat  : ada, paragraf kedua-terakhir (ada penyebab banjir dan kronologi terjadinya banjir tetapi tidak ada akibat banjir itu sendiri)
               iii.      Kesimpulan                : tidak ada.
b.      Kebahasaan:
               i.          Kata penunjuk sebab-akibat: ada, yaitu: ‘akibat’, ‘akibatnya’, ‘disebabkan oleh’, ‘penyebab’, dan ‘sebagai akibat’.
             ii.          Konjungsi: ada, yaitu: ‘karena’, ‘ketika’, ‘apabila’, ‘sehingga’, dan ‘jika’.
           iii.          Verba material: ada, contoh: ‘memperlambat’, ‘mempunyai’, ‘meresap’, dan sebagainya.
           iv.       Verba relasional penunjuk hubungan sebab-akibat: ada, contoh: ‘akibat-meningkat’, ‘apabila-meningkat’, ‘ketika-menjadi’, dan sebagainya.
             v.          Klausa simpleks: ada, contoh: ‘Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar.’
    vi.     Klausa kompleks: ada, contoh: ‘Akibat adanya peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan infrastruktur, terutama permukiman akan meningkat, sehingga mengubah sifat dan karakteristik tata guna lahan.’
c.       Isi: tentang penyebab banjir
               i.          Penyebab      : faktor alam (erosi dan sedimentasi, curah hujan tinggi, geografi fisik sungai) dan faktor sosial (perubahan tata guna lahan, pembungan sampah di DAS, kawasan pemukiman pinggir DAS)
             ii.          Akibat            : terjadi banjir (tidak diterangkan apa akibat dari banjir itu sendiri)
3.    Teks Eksplanasi ‘Kekeringan’
a.       Struktur:
                   i.      Pernyataan umum     : ada, paragraf pertama.
                 ii.      Urutan sebab-akibat  : ada, paragraf kedua-terakhir
               iii.      Kesimpulan               : tidak ada.
b.      Kebahasaan:
               i.          Kata penunjuk sebab-akibat: ada, yaitu: ‘akibat’, ‘disebabkan oleh’, ‘mengakibatkan’, dan ‘menyebabkan’.
             ii.          Konjungsi: ada, yaitu: ‘karena’, ‘tetapi’, dan ‘sehingga’.
           iii.          Verba material: ada, contoh: ‘datang’, ‘memiliki’.
           iv.       Verba relasional penunjuk hubungan sebab-akibat: ada, contoh: ‘mengakibatkan-meningkat’, ‘menyebabkan-menjadi’, ‘menyebabkan menurunnya’, dan sebagainya.
         v.     Klausa simpleks: ada, contoh: ‘Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation).’
        vi.      Klausa kompleks: ada, contoh: ‘Kekeringan datang tidak tiba-tiba seperti banjir atau gempa bumi, tetapi timbul perlahan-lahan sehingga sangat mudah diabaikan.’
c.       Isi: tentang penyebab kekeringan
             i.         Penyebab         : kekeringan alamiah akibat kurangnya curah hujan, pasokan air permukaan, dan pasokan air tanah, kekeringan antropogenik akibat kebutuhan lebih besar dari pasokan yang direncanakan, iklim (El-Nino), perubahan tata guna lahan, dan penggunaan air yang berlebihan.
     ii.       Akibat       : kandungan air tanah sedikit sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas. Hal ini kemudian menyebabkan pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal.