Senin, 16 November 2015

TUGAS 2 BAHASA INDONESIA SABTU 14 NOVEMBER 2015


Pemantau Senjata Pemusnah Massal Suriah Raih Nobel Perdamaian


Penerima hadiah Nobel Perdamaian yang merupakan penghargaan tahunan yang cukup bergengsi untuk tahun 2013 telah diumumkan. Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) telah meraih Nobel Perdamaian, berkat kerja kerasnya dalam memantau, mengawasi, dan memusnahkan senjata kimia pemusnah massal di Suriah. Pernyataan ini telah dirilis dan dikonfirmasi oleh Nobelprize.org, pada hari Jumat, 11 Oktober 2013.

OPCW, Badan Pemantau yang bermarkas di Den Haag, Belanda, ini mengalahkan kandidat lain, yakni gadis pejuang perdamaian Pakistan, Malala Yousafzai; Denis Mukwege, ginekolog yang menjadi pahlawan bagi korban pemerkosaan di Kongo; pembocor rahasia AS ke Wikileaks, Bradley Manning; dan Maggie Gobran, ilmuwan komputer Mesir yang mendirikan yayasan amal untuk anak. OPCW telah berhasil mengimplementasikan konvensi dalam mengawasi dan memusnahkan senjata kimia. Saat ini, OPCW sedang bekerja keras untuk memonitor pelucutan dan pemusnahan senjata dan fasilitas kimia Suriah. Hal tersebut dijalankan sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB. Setelah tragedi senjata kimia di Suriah pada Rabu 21 Agustus dini hari itu, sekitar 30 pakar senjata OPCW dan pekerja logistik PBB kini berada di Suriah. Mereka mulai menghancurkan fasilitas-fasilitas pembuat senjata kimia Suriah.  OPCW juga menyatakan, akan mengirim pengawas senjata lagi untuk mempercepat proses peluncuran senjata di Suriah yang dilanda perang saudara sejak Maret 2011.
Sumber :
1. Nobelprize.org
2. http://news.liputan6.com/read/717886/pemantau-senjata-pemusnah-massal-suriah-raih-nobel-perdamaian?page=3



Tidak ada komentar:

Posting Komentar