Pemantau Senjata Pemusnah Massal Suriah Raih Nobel
Perdamaian
Penerima hadiah Nobel Perdamaian yang merupakan penghargaan tahunan yang cukup bergengsi untuk tahun 2013 telah diumumkan. Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) telah meraih Nobel Perdamaian, berkat kerja kerasnya dalam memantau, mengawasi, dan memusnahkan senjata kimia pemusnah massal di Suriah. Pernyataan ini telah dirilis dan dikonfirmasi oleh Nobelprize.org, pada hari Jumat, 11 Oktober 2013.
OPCW, Badan Pemantau
yang bermarkas di Den Haag, Belanda, ini mengalahkan kandidat lain, yakni gadis
pejuang perdamaian Pakistan, Malala Yousafzai; Denis Mukwege, ginekolog yang
menjadi pahlawan bagi korban pemerkosaan di Kongo; pembocor rahasia AS ke
Wikileaks, Bradley Manning; dan Maggie Gobran, ilmuwan komputer Mesir yang mendirikan
yayasan amal untuk anak. OPCW telah berhasil
mengimplementasikan konvensi dalam mengawasi dan memusnahkan senjata kimia. Saat
ini, OPCW sedang bekerja keras untuk memonitor pelucutan dan pemusnahan senjata
dan fasilitas kimia Suriah. Hal tersebut dijalankan sesuai Resolusi Dewan
Keamanan PBB. Setelah tragedi senjata kimia di Suriah pada Rabu 21
Agustus dini hari itu, sekitar 30 pakar senjata OPCW dan pekerja logistik PBB
kini berada di Suriah. Mereka mulai menghancurkan fasilitas-fasilitas pembuat
senjata kimia Suriah. OPCW juga menyatakan,
akan mengirim pengawas senjata lagi untuk mempercepat proses peluncuran senjata
di Suriah yang dilanda perang saudara sejak Maret 2011.
Sumber :
1. Nobelprize.org
2. http://news.liputan6.com/read/717886/pemantau-senjata-pemusnah-massal-suriah-raih-nobel-perdamaian?page=3
Sumber :
1. Nobelprize.org
2. http://news.liputan6.com/read/717886/pemantau-senjata-pemusnah-massal-suriah-raih-nobel-perdamaian?page=3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar